CASE BASED REASONING
KMS PADA PERPUSTAKAAN UGM
Metode case
based reasoning adalah salah satu metode untuk pengambilan keputusan dari kasus
yang baru dengan berdasarkan solusi dari kasus – kasus sebelumnya. Konsep dari
metode case based reasoning ditemukan dari ide untuk menggunakan pengalaman –
pengalaman yang terdokumentasi untuk menyelesaikan masalah yang baru. Para
decisionmaker kebanyakan menggunakan pengalaman – pengalaman dari problem
solving terdahulu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sekarang.
CBR
menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) yang
menitikberatkan pemecahan masalah dengan didasarkan pada knowledege dari
kasus-kasus sebelumnya. Apabila ada kasus baru maka akan disimpan pada basis
pengetahuan sehingga sistem akan melakukan learning dan knowledge yang dimiliki
oleh sistem akan bertambah. Secara umum, metode ini terdiri dari 4 langkah,
yaitu:
1. Retrieve (memperoleh kembali) kasus atau kasus-kasus yang paling mirip.
Task ini dimulai dengan pendeskripsian satu/sebagian masalah dan berakhir apabila telah ditemukan kasus sebelumnya yang paling cocok. Sub tasknya mengacu pada identifikasi fitur, pencocokan awal, pencarian, dan pemilihan.
2. Reuse (menggunakan) informasi dan pengetahuan dari kasus tersebut untuk memecahkan permasalahan.
Proses reuse dari solusi kasus yang telah diperoleh dalam konteks kasus baru difokuskan pada dua aspek yaitu:
- perbedaan antara kasus yang sebelumnya dan yang sekarang
- bagian apa dari kasus yang telah diperoleh yang dapat ditransfer menjadi kasus baru
3.Revise (meninjau kembali/memperbaiki) usulan solusi.
Fase ini terdiri dari dua tugas, yaitu :
- Mengevaluasi solusi kasus yang dihasilkan oleh proses reuse. Jika berhasil, maka dilanjutkan dengan proses retain,
- Jika tidak maka memperbaiki solusi kasus menggunakan domain spesifik pengetahuan.
4. Retain (menyimpan)
bagian-bagian dari pengalaman tersebut yang mungkin berguna untuk memecahkan
masalah di masa yang akan datang.
Proses ini terdiri dari memilih informasi apa dari kasus yang akan disimpan, disimpan dalam bentuk apa, cara menyusun kasus untuk agar mudah untuk menemukan masalah yang mirip, dan bagaimana mengintegrasikan kasus baru pada struktur memori
.
Pada saat terjadi permasalahan baru, pertama-tama sistem akan melakukan proses Retrieve. Proses Retrieve akan melakukan dua langkah pemrosesan, yaitu pengenalan masalah dan pencarian persamaan masalah pada database.
Pada saat terjadi permasalahan baru, pertama-tama sistem akan melakukan proses Retrieve. Proses Retrieve akan melakukan dua langkah pemrosesan, yaitu pengenalan masalah dan pencarian persamaan masalah pada database.
Setelah proses Retrieve selesai dilakukan, selanjutnya system akan melakukan proses Reuse. Di dalam proses Reuse, sistem akan menggunakan informasi permasalahan sebelumnya yang memiliki kesamaan untuk menyelesaikan permasalahan yang baru. Pada proses Reuse akan menyalin, menyeleksi, dan melengkapi informasi yang akan digunakan. Selanjutnya pada proses Revise, informasi tersebut akan dikalkulasi, dievaluasi, dan diperbaiki kembali untuk mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada permasalahan baru. Pada proses terakhir, system akan melakukan proses Retain. Proses Retain akan mengindeks, mengintegrasi, dan mengekstrak solusi yang baru. Selanjutnya, solusi baru itu akan disimpan ke dalam knowledge-base untuk menyelesaikan permasalahan yang akan datang. Tentunya, permasalahan yang akan diselesaikan adalah permasalahan yang memiliki kesamaan dengannya.
http://blog.unsri.ac.id/dindajulita/tugas-kuliah-jurusan-sistem-informasi/case-based-reasoning-adalah-.-.-/mrdetail/11015/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar