Rabu, 15 Mei 2013

CONDIFICATION TOOL


Knowledge Management System
Lecture : Leon Abdillah




Decision Tree pada
knowledge management bagi sistem informasi perpustakaan
universitas gadjah mada

                Decision Tree adalah sebuah metode untuk menentukan faktor utama berdasarkan perbandingan antar faktor yang satu dengan yang lainnya. Dalam mengambil keputusan tentunya terdapat berbagai pertimbangan yang perlu dipikirkan terlebih dahulu. Faktor faktor penunjang tersebut dibandingkan satu sama lainnya. Untuk mempermudah perbandingan faktor-faktor ini dikelompokkan menjadi beberapa kategori dengan membuat persentase masing-masing factor terlebih dahulu. Dari masing-masing kategori tersebut ditentukan faktor yang paling menunjang. Setelah didapat faktor yang paling menunjang dari masing-masing kategori maka dapat dilanjutkan dengan membandingkan faktor dari kategori yang berbeda. Dari hasil perbandingan tersebut dapat ditentukan faktor utama yang paling menunjang keputusan tersebut. Keuntungan merupakan hal utama yang perlu dipikiran lebih lanjut dalam suatu perusahaan. Suatu usaha yang digeluti akan kandas ditengah jalan apabila keuntungan tidak didapatkan. Ataupun apabila keuntungan tidak sesuai dengan prediksi bisa saja usaha tersebut dihentikan. Tentunya terdapat banyak faktor yang menunjang keuntungan suatu perusahaan. Salah satu faktor tersebut adalah lokasi usaha. Penentuan lokasi usaha melalui pendekatan Tree Decision menghasilkan prediksi lokasi usaha yang efektif dan efisien sehingga memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan John von Neumann (1903-1957).
1. Representasi Tree Decision

Pada awal penentuan lokasi bisnis tentunya harus ditentukan terlebih dahulu adalah bisnis yang akan digeluti. Hal kedua yang perlu ditentukan adalah jenis kantor yang ingin dibuat. Setelah kedua hal ini didapatkan maka hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah faktor-faktor yang menunjang lokasi bisnis sesuai dengan bidang bisnis dan jenis kantor yangingin dibuat.
Faktor-faktor yang telah ditentukan sebagai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan lokasi bisnis dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Kelompok kelompok faktor ini harus dibuat berdasarkan persamaan kategori yang dimiliki masing-masing faktor.
Apabila faktor-faktor ini tidak memiliki kesamaan yang signifikan maka sebaiknya dikelompokkan menjadi kategori yang lain. Hal ini dipergunakan agar mempermudah dalam menentukan faktor yang paling menunjang pada masing-masing kategori.
2. Tree Decision dengan Pendekatan Tabel
Dari pendekatan tabel dapat diketahui persentase masing-masing faktor yang menunjang pemilihan lokasi bisnis. Setelah persentase ini diketahui maka dapat dengan mudah ditentukan faktor yang paling menunjang dari suatu kategori. Selanjutnya membandingkan faktor-faktor yang paling menunjang dari masing-masing kategori dengan kategori lainnya.
Walaupun persentase yang dimiliki suatu kategori tinggi belum tentu faktor inilah yang merupakan faktor utama dalam pemilihan lokasi bisnis dibidang yang bersangkutan.Dalam hal ini diperlukan pendekatan parameter-parameter yang lebih terperinci. Misalnya saja pengusaha ingin memajukan ingin memajukan salah satu bagian dari bidang usaha.
Tentunya kategori ini mempunyai nilai yang lebih dari kategori-kategori lain. Dari persentase faktor serta kelebihan-kelebihan inilah dapat ditentukan faktor utama yang paling menunjang pemilihan lokasi bisnis dibidang yang digeluti.





Gambar 1: Decision Tree
Contoh dari decision tree dapat dilihat di Gambar 1. Disini setiap percabangan menyatakan kondisi yang harus dipenuhi dan tiap ujung pohon menyatakan kelas data. Contoh di Gambar 1 adalah identifikasi pembeli komputer, dari decision tree tsb. diketahui bahwa salah satu kelompok yang potensial membeli komputer adalah orang yang berusia di bawah 30 tahun dan juga pelajar.
Algoritma decision tree yang paling terkenal adalah C4.5[7], tetapi akhir-akhir ini telah dikembangkan algoritma yang mampu menangani data skala besar yang tidak dapat ditampung di main memory seperti RainForest[3]. Metode-metode classification yang lain adalah Bayesian, neural network, genetic algorithm, fuzzy, case-based reasoning, dan k-nearest neighbor.
Proses classification biasanya dibagi menjadi dua fase : learning dan test. Pada fase learning, sebagian data yang telah diketahui kelas datanya diumpankan untuk membentuk model perkiraan. Kemudian pada fase test model yang sudah terbentuk diuji dengan sebagian data lainnya untuk mengetahui akurasi dari model tsb. Bila akurasinya mencukupi model ini dapat dipakai untuk prediksi kelas data yang belum diketahui.

sumber :           http://en.wikipedia.org/wiki/ decision tree

Tidak ada komentar:

Posting Komentar