Knowledge Management System
Lecture : Leon Abdillah
perpustakkan UGM mempunyai seorang pegawai perpustakaan yang sudah lama bekerja bertahun-tahun, mulai ketika ia menjadi pegawai junior, hingga menjadi kepala perpustakaan (pegawai senior). Jenjang waktu yang ditempuh pastinya tidak sebentar, oleh karena itu pengalaman yang didapat dan kemampuan yang dimiliki dibidangnyapun tidak sedikit, katakanlah telah mengalami berbagai proses pembelajaran(seminar, training, sertifikasi, dll) kemudian apabila pengetahuan yang dimiliki oleh satu orang pegawai ini tidak didokumentasikan, maka ketika pegawai tersebut telah habis masa jabatannya, maka penggantinya harus mengalami proses dari 0(nol) lagi, semisal, mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari nol, atau harus mengalami training yang sama dengan seniornya terdahulu, yang mana pasti memakan biaya dan dari segi waktu kurang effisien.
Karena Itulan tercipta sebuah sistem yang sering dikenal manajemen pengetahuan, atau nge-trend dengan istilah Knowledge Management System Life Cycle.
Knowledge Management System Life Cycle mempunyai fungsi yang hampir sama dengan SDLC(System Development Life Cycle) yakni sebuah siklus sistem dalam membangun suatu suatu proyek. yang membedakan antara SDLC dan KMSLC adalah pendekatan yang dipakai.
Lecture : Leon Abdillah
Lecture : Leon
Abdillah
Knowledge Management System Life Cycle(KMSLC) atau Siklus
Hidup Sistem Manajemen Pengetahuan
Di
dalam suatu organisasi PERPUSTAKAAN, terutama di dalam dunia kerja, seringkali terjadi
regenerasi. Dari tiap-tiap generasi akan mengalami kejadian-kejadian dan akan
memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Regenerasi dari tiap anggota perpustakaan selalu
terjadi. Oleh karena itu generasi yangbaru perlu mengetahui apa-apa saja yang
telah dilakukan, dialami, dan pernah terjadi di anggota yang lain , agar, perkembangan
organisasi perpistakaan dapat lebih baik dan kesalahan yang terjadi dapat lebih kecil,
dengan berbekalkan pengalaman, pengetahuan, data, dan dokumentasi-dokumentasi
lainnya mengenai organisasi pepustakaan tersebut pada generasi-generasi sebelumnya. Bila
tidak ada knowledge management, maka pengalaman-pengalaman, dan ilmu-ilmu yang
telah di dapat oleh orang-orang sebelumnya, maka akan terbawa dan hilang begitu
saja,seiring menghilangnya orang yang tergantikan tersebut.mungkin adnda masih
bingung dengan apa yang saya ungkapkan barusan.
Contoh
Contoh
perpustakkan UGM mempunyai seorang pegawai perpustakaan yang sudah lama bekerja bertahun-tahun, mulai ketika ia menjadi pegawai junior, hingga menjadi kepala perpustakaan (pegawai senior). Jenjang waktu yang ditempuh pastinya tidak sebentar, oleh karena itu pengalaman yang didapat dan kemampuan yang dimiliki dibidangnyapun tidak sedikit, katakanlah telah mengalami berbagai proses pembelajaran(seminar, training, sertifikasi, dll) kemudian apabila pengetahuan yang dimiliki oleh satu orang pegawai ini tidak didokumentasikan, maka ketika pegawai tersebut telah habis masa jabatannya, maka penggantinya harus mengalami proses dari 0(nol) lagi, semisal, mengumpulkan pengalaman-pengalaman dari nol, atau harus mengalami training yang sama dengan seniornya terdahulu, yang mana pasti memakan biaya dan dari segi waktu kurang effisien.
Karena Itulan tercipta sebuah sistem yang sering dikenal manajemen pengetahuan, atau nge-trend dengan istilah Knowledge Management System Life Cycle.
Knowledge Management System Life Cycle mempunyai fungsi yang hampir sama dengan SDLC(System Development Life Cycle) yakni sebuah siklus sistem dalam membangun suatu suatu proyek. yang membedakan antara SDLC dan KMSLC adalah pendekatan yang dipakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar