Minggu, 12 Mei 2013

Cosensus Decision Making



Consensus Decision Making pada
knowledge management bagi sistem informasi perpustakaan
universitas gadjah mada

Pengertian consensus decision making adalah Grup proses pengambilan keputusan yang tidak hanya meminta persetujuan dari sebagian besar peserta, tetapi juga resolusi mitigasi atau keberatan dari minoritas. Konsensus biasanya didefinisikan sebagai arti kedua perjanjian umum, dan proses untuk mendapatkan persetujuan seperti itu. Konsensus keputusan sehingga yang bersangkutan adalah terutama dengan proses itu.

Konsensus pengambilan keputusan adalah proses keputusan kelompok yang berusaha membuat persetujuan dari semua peserta t. Konsensus dapat didefinisikan secara profesional sebagai resolusi diterima, salah satu yang dapat didukung, bahkan jika tidak "favorit" dari masing-masing individu. Konsensus didefinisikan oleh Merriam-Webster(2005 : 795)  sebagai, pertama, kesepakatan umum, dan kedua, solidaritas kelompok kepercayaan atau sentimen. asal-usulnya dalam konsensus memliki  kata Latin (perjanjian), yang berasal dari cōnsentiō yang  berarti benar-benar merasakan bersama-sama. [1] Hal ini digunakan untuk menggambarkan keputusan yang baik dan proses mencapai keputusan. dengan demikian kosensus pengambilan keptusan berkaitan dengan proses pembahasan dan finalisasi keputusan, dan efek sosial dan politik menggunakan proses ini.


Berdasarkan Uraian di atas menurut kelompok kami di dalam knowledge management bagi sistem informasi perpustakaan universitas gadjah mada system consensus decision making nya yang cocok adalah metode  kewenangan setelah diskusi yang ditentukan oleh Sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode kewenangan tanpa diskusi . Karena metode authority rule after discussion ini pertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organisasi dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, keputusan yang diambil melalui metode ini akan mengingkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya disamping juga munculnya aspek kecepatan (quickness) dalam pengambilan keputusan sebagai hasil dari usaha menghindari proses diskusi yang terlalu meluas. Dengan perkataan lain, pendapat anggota organisasi sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku otokratik dari pimpinan, kelompok masih berpengaruh.
Metode pengambilan keputusan ini juga mempunyai kelemahan, yaitu pada anggota organisasi akan bersaing untukmempengaruhi pengambil atau pembuat keputusan. Artinya bagaimana para anggota organisasi yang mengemukakan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan, berusaha mempengaruhi pimpinan kelompok bahwa pendapatnya yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan.
Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Consensus_decision-making

Tidak ada komentar:

Posting Komentar